Kolaborasi Bank Sampah KBS, KBS Foundation, dan Mahasiswa Universitas Terbuka Berdayakan Masyarakat Desa Padaasih Melalui Pengolahan Sampah Organik

Oktober 27, 2026


Kolaborasi Bank Sampah KBS, KBS Foundation, dan Mahasiswa Universitas Terbuka Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Pada Asih dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

SUBANG, 25 Oktober 2026 – Sampah rumah tangga masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, Bank Sampah KBS Subang bersama KBS Foundation, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) melalui kelompok MPPM Subang, serta masyarakat Desa Pada Asih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukasi lingkungan, dengan tujuan membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara mandiri mulai dari lingkungan keluarga.

Membangun Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah

Kegiatan sosialisasi diikuti dengan antusias oleh masyarakat Desa Pada Asih, khususnya para ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, para pemateri menyampaikan pentingnya melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan dedaunan, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik maupun kompos. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan melalui sistem pengelolaan bank sampah.

Melalui pemahaman tersebut, masyarakat didorong untuk melihat sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Sinergi Mahasiswa UT dan Bank Sampah KBS dalam Pemberdayaan Masyarakat

Kolaborasi antara mahasiswa Universitas Terbuka melalui kelompok MPPM Subang dengan Bank Sampah KBS dan KBS Foundation menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung penyelesaian persoalan lingkungan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama pegiat Bank Sampah KBS berupaya memperkenalkan strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sinergi tersebut juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa, praktisi pengelolaan sampah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan serta mendorong terciptanya desa yang lebih bersih dan produktif.

Antusiasme Warga Desa Pada Asih Menjadi Semangat Bersama

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Masyarakat Desa Pada Asih merasa bahwa kehadiran kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan baru, khususnya mengenai pentingnya memilah sampah serta cara memanfaatkan sampah rumah tangga agar lebih bernilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan tempat sampah terpilah sebagai contoh penerapan pengelolaan sampah sederhana yang dapat dimulai dari rumah.

Partisipasi aktif para ibu rumah tangga menunjukkan adanya semangat dan kepedulian masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Memperkuat Kolaborasi untuk Desa yang Bersih dan Berdaya

Rangkaian kegiatan ditutup dengan jabat tangan antara masyarakat dan para pegiat bank sampah sebagai simbol kebersamaan, kerja sama, serta komitmen untuk terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Bank Sampah KBS dan KBS Foundation bersama mahasiswa Universitas Terbuka berharap edukasi yang telah diberikan dapat menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Ke depan, kolaborasi antara lembaga pendidikan, pegiat lingkungan, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

“Mari Mulai dari Rumah: Pilah Sampah, Jaga Lingkungan, dan Wujudkan Desa yang Bersih, Mandiri, serta Berdaya.”

Bank Sampah KBS | KBS Foundation
Bersama Mahasiswa Universitas Terbuka dan Masyarakat Desa Pada Asih, Membangun Kepedulian Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat.

Bagikan:

Penulis di Bank Sampah KBS Subang