PERTAMINA EP SUBANG FIELD BANGUN KETERAMPILAN MASYARAKAT LEWAT INOVASI BUDIDAYA MAGGOT BSF BERSAMA KBS FOUNDATION

September 14, 2026

Subang – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui program perusahaan, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap inovasi yang lahir dari masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan Pertamina EP Subang Field dengan mendukung pengembangan program pemberdayaan yang diinisiasi Yayasan Karya Bhakti Sejahtera Indonesia bersama Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera (KBS) di Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam rangkaian Program Nasional Pelatihan Budidaya Maggot – Belatung Pembawa Rejeki, sebuah program peningkatan keterampilan masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam kegiatan ini, Yayasan KBS dipercaya sebagai mitra pelaksana yang menghubungkan program pelatihan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menjawab Persoalan Sampah Organik dari Rumah

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah organik. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sekitar 40,76% komposisi sampah di Indonesia berasal dari sisa makanan. Artinya, hampir separuh sampah yang dihasilkan masyarakat merupakan sampah organik yang sebenarnya masih memiliki potensi untuk dikelola.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Karya Bhakti Sejahtera mengembangkan pendekatan yang sederhana namun aplikatif: budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga.

Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya belajar membudidayakan maggot, tetapi juga memahami bagaimana sisa makanan dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Pertamina Dorong Inovasi yang Tumbuh dari Masyarakat

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina EP Subang Field memberikan dukungan terhadap pengembangan prototipe kandang maggot sederhana yang dirancang agar dapat diterapkan di setiap rumah warga.

Konsep ini menjadi salah satu inovasi utama dalam kegiatan. Kandang dibuat dengan desain yang sederhana, hemat ruang, mudah dirawat, dan dapat digunakan oleh masyarakat tanpa membutuhkan investasi yang besar.

Dengan pendekatan tersebut, setiap rumah berpotensi menjadi titik awal pengurangan sampah organik.

“Kami percaya bahwa inovasi terbaik adalah inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kandang maggot sederhana ini menjadi salah satu solusi nyata agar pengelolaan sampah organik bisa dimulai dari rumah, sekaligus membuka peluang keterampilan dan produktivitas bagi masyarakat,” ujar Ibu Ashlik, mewakili Pertamina EP Subang Field.

Menurutnya, Pertamina akan terus mendukung program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

Yayasan KBS: Membangun Keahlian, Menciptakan Kemandirian

Bagi Yayasan Karya Bhakti Sejahtera Indonesia, pelatihan ini merupakan bagian dari misi besar membangun masyarakat yang memiliki keterampilan dan mampu mengelola potensi di lingkungannya sendiri.

Melalui Bank Sampah KBS, masyarakat diajak melihat bahwa sampah organik bukan lagi persoalan yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi nilai tambah.

Direktur Bank Sampah KBS, Tita Andriani, S.Pd, menyampaikan bahwa keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Ketika masyarakat memiliki keterampilan, mereka tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dari lingkungan yang mereka kelola sendiri.”

Program ini juga dirancang agar dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia, mulai dari pemuda hingga masyarakat lanjut usia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Kolaborasi untuk Lingkungan yang Berkelanjutan

Kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Pertamina EP Subang Field, SKK Migas, serta Yayasan Karya Bhakti Sejahtera Indonesia menjadi contoh bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Melalui pelatihan, pendampingan, dan inovasi kandang maggot sederhana, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengurangi sampah organik langsung dari sumbernya.

Harapannya, model ini dapat berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis rumah tangga yang mampu menekan volume sampah menuju tempat pemrosesan akhir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Tentang Program

Program Nasional Pelatihan Budidaya Maggot – Belatung Pembawa Rejeki merupakan bagian dari implementasi program pelatihan dan keterampilan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dengan dukungan pembinaan dari Pertamina EP dan SKK Migas, serta bermitra dengan Yayasan Karya Bhakti Sejahtera Indonesia dan Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera di Kabupaten Subang.

Bagikan:

Penulis di Bank Sampah KBS Subang