SMA Negeri 1 Purwadadi Luncurkan Gerakan "Sedekah Sampah" Bersama KBS Foundation

Juli 13, 2026

 

Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Hari Pertama MPLS

Purwadadi, 13 Juli 2026 – SMA Negeri 1 Purwadadi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan melalui penguatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggandeng KBS Foundation dalam mempersiapkan pelaksanaan Gerakan "Sedekah Sampah", sebuah program edukatif yang akan diterapkan sejak pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Sebagai langkah awal, SMA Negeri 1 Purwadadi menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah dan pembentukan Unit Bank Sampah yang diikuti oleh jajaran pengurus OSIS. Kegiatan ini menghadirkan Kang Kiki Zakaria, Direktur KBS Foundation, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta strategi membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Program ini menjadi bagian dari persiapan MPLS yang akan dilaksanakan pada 15, 16, 17, 20, dan 21 Juli 2026. Tahun ini, MPLS mengusung tema nasional "MPLS Ramah" dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta tema "MPLS Pancawaluya" dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menanamkan nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer kepada seluruh peserta didik baru.

Selaras dengan semangat tersebut, seluruh siswa baru akan diajak menjadi bagian dari Gerakan "Sedekah Sampah", yaitu membiasakan diri mengumpulkan dan memilah sampah yang dihasilkan selama berada di lingkungan sekolah sebelum pulang setiap harinya. Melalui gerakan sederhana ini, peserta didik tidak hanya belajar menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga memahami bahwa setiap sampah memiliki tanggung jawab dan nilai apabila dikelola dengan benar.

Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis selanjutnya akan dikelola melalui Unit Bank Sampah SMA Negeri 1 Purwadadi, sehingga tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah.

Dalam sesi edukasi, Kang Kiki Zakaria menyampaikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

"Sampah bukan sekadar limbah. Ketika dipilah dan dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi sekaligus menjadi media pendidikan karakter. Sekolah memiliki potensi luar biasa untuk melahirkan generasi yang peduli lingkungan dan mampu menciptakan perubahan nyata," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan jumlah warga sekolah yang besar, pengelolaan sampah secara konsisten berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga puluhan juta rupiah setiap tahun, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, kepemimpinan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial bagi peserta didik.

Melalui program ini, SMA Negeri 1 Purwadadi berharap mampu membangun budaya baru di lingkungan sekolah, di mana setiap warga sekolah memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumbernya. Pengurus OSIS yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan dan penggerak utama dalam pelaksanaan Gerakan "Sedekah Sampah" selama MPLS serta menjadi motor pengembangan Unit Bank Sampah di sekolah.

Ke depan, SMA Negeri 1 Purwadadi bersama KBS Foundation akan terus memperkuat kolaborasi melalui pendampingan pembentukan dan pengembangan Unit Bank Sampah sebagai program berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi salah satu ikon budaya sekolah yang mendukung implementasi GPBLHS, memperkuat pendidikan karakter, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan.

Melalui sinergi antara sekolah, peserta didik, dan KBS Foundation, SMA Negeri 1 Purwadadi optimistis dapat membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Gerakan "Sedekah Sampah" diharapkan menjadi langkah kecil yang menghadirkan dampak besar bagi kelestarian lingkungan, pendidikan karakter, dan terciptanya generasi muda yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.


Bagikan:

Penulis di Bank Sampah KBS Subang