BANK SAMPAH KBS, YAKESMA, DAN SD IT AL FURQON SUKAJADI SUBANG BERKOLABORASI MEMBANGUN GERAKAN AKSI SEDEKAH SAMPAH (GASS)
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru, guru, serta relawan ini menghadirkan edukasi lingkungan yang dikemas secara menyenangkan melalui penyampaian materi, permainan interaktif, kuis, praktik memilah sampah, hingga simulasi sedekah sampah. Para siswa dikenalkan bahwa sampah yang dipilah dengan benar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi amal kebaikan bagi sesama.
Dalam sambutannya, Kepala SD IT Al Furqon Sukajadi, Hj. Neni Nurjanah, S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi antara sekolah, Bank Sampah KBS, dan YAKESMA. Menurut beliau, pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan menjaga lingkungan.
"Kami ingin peserta didik sejak hari pertama sekolah memahami bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari akhlak seorang muslim. Melalui Gerakan Aksi Sedekah Sampah (GASS), anak-anak belajar disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat berbagi kepada sesama. Kami berharap budaya ini terus hidup di sekolah dan menjadi kebiasaan hingga di rumah."
Sementara itu, Perwakilan YAKESMA, Ipik Taufik, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam membangun kepedulian sosial melalui lingkungan.
"Sedekah tidak selalu berupa uang. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi pun dapat menjadi sedekah apabila dikelola dengan baik dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Kami berharap Gerakan Aksi Sedekah Sampah menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk membangun karakter peduli lingkungan sekaligus peduli sesama."
Pada sesi edukasi, Hafidz Azzam dari Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera (KBS) mengajak para siswa memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Dengan metode penyampaian yang komunikatif dan interaktif, peserta diajak mengenal jenis-jenis sampah organik dan anorganik, manfaat bank sampah, serta praktik sederhana memilah sampah yang benar.
"Sampah bukan musuh apabila kita mampu mengelolanya. Botol plastik, kertas, kardus, dan berbagai sampah anorganik lainnya memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi sedekah bagi sesama. Harapan kami, setiap siswa menjadi duta lingkungan yang mengajak keluarga untuk mulai memilah sampah dari rumah." ujar Hafidz Azzam.
Melalui program Gerakan Aksi Sedekah Sampah (GASS), seluruh warga sekolah diajak menyisihkan sampah yang masih bernilai ekonomi untuk dikumpulkan melalui Bank Sampah KBS. Hasil pengelolaannya akan dimanfaatkan bagi kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pendidikan karakter. Dengan dukungan sekolah, lembaga sosial, dan komunitas lingkungan, diharapkan lahir generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memiliki jiwa berbagi kepada sesama.
Gerakan Aksi Sedekah Sampah (GASS) di SD IT Al Furqon Sukajadi diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar, sehingga budaya memilah sampah dan bersedekah melalui sampah dapat tumbuh di sekolah, keluarga, dan masyarakat menuju Subang yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Mulai dari satu botol plastik, satu lembar kertas, dan satu langkah kecil hari ini, kita sedang membangun generasi yang peduli lingkungan, gemar bersedekah, dan siap menjaga bumi untuk masa depan." 🌱♻️
